Tuesday, November 5, 2013

Cinta Kasih Manusia Menurut Agama dan Negara



Cinta adalah kata-kata yang sering kita dengar dan juga sering diucapkan oleh banyak orang. Tetapi setiap manusia pasti memiliki pendapat yang berbeda tentang cinta. Sekarang kita akan membahas tentang cinta kasih menurut agama dan negara.
Kita mulai dari pengertian cinta kasih menurut agama. Cinta adalah sebuah perasaan diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi saling pengertian. Cinta tidak dapat dipaksakan, cinta juga datang secara tiba tiba. Kasih dimana sesuatu yang memiliki hal yang sangat berarti untuk saling menghargai antara sesam manusia. Cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Kemudian mari kita lihat pengertian cinta menurut negara. Secara umum cinta kasih menurut negara dapat diartikan dengan pengorbanan dan kesetiaan. Kita sebagai warga negara diharuskan mencintai dan mengasihi negara kita sendiri. Negara kita mempunyai Pancasila yang dijadikan pedoman hidup. Seorang ahli kenegaraan kita menegaskan bahwa Pancasila diyakini sebagai pusaka yang merupakan kebenaran fundamental nan kaya raya. Dalam hal ini, sang ahli tersebut mengemukakan bahwa suatu filsafat manusia yang secara mendasar sudah terpadatkan dalam Pancasila. Dengan demikian berarti pancasila tidak terlepas dari pengajaran cinta kasih. Pancasila mengajarkan kita bahwa hidup ini haruslah bertakwa pada Tuhan (cinta kasih pada Tuhan) dan selalu mengutamakan kebersamaan (cinta kasih pada sesama manusia).
Contoh kasus yang akan saya ambil iyalah kejadian yang sangat terkenal yang terjadi di tanah air kita tercinta ini yaitu, Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda menggelorakan komitmen dan kebesaran jiwa untuk mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kebaikan hidup kebangsaan. Bagi pemuda-pelajar yang terdidik dalam persekolahan bergaya Eropa, penggunaan bahasa Indonesia dalam Kongres Pemuda Indonesia ke-2, 28 Oktober 1928, membawa kesulitan yang serius: menimbulkan kegagapan bagi pembicara dan kebingungan bagi pendengar. Sebagian peserta yang mencoba berbahasa Indonesia gagal, dan terpaksa menggunakan bahasa Belanda. Salah seorang di antara mereka adalah Siti Soendari, perwakilan Poetri Indonesia. Tetapi, komitmen kebangsaan membangkitkan tekad untuk menaklukan segala kesulitan. Hanya selang dua bulan sejak peristiwa itu, Siti Soendari secara heroik sanggup berpidato dalam bahasa Indonesia pada Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta, 22-25 Desember 1928.

Sumpah Pemuda juga mencerminkan kebesaran jiwa yang siap melakukan pengorbanan. Meski sebagian besar pemuda-pelajar yang menghadiri Kongres itu berasal dari Jawa, mereka rela berkorban tidak memaksakan bahasa mayoritas (bahasa Jawa) sebagai bahasa persatuan. Demi mengusung gagasan kebangsaan yang tanpa-konflik mereka sepakat menjadikan bahasa Melayu-Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Peristiwa ini juga menjadi permulaan bangkitnya perlawanan Bangsa Indonesia terhadap penjajah melalui sistem organisasi dan bukan secara fisik (kekerasan) lagi. Karena memberikan perlawanan menggunakan sistem organisasi lebih menguntungkan dibanding menggunakan kekerasan fisik. Hal ini mereka lakukan bukan semata-mata untuk menunjukan semangat jiwa tetapi juga kepentingan seluruh umat manusia di tanah air.

Tanggapan : bahwa cinta kasih dalam wujud pengorbanan telah diberikan para pemuda Bangsa kepada Tanah Air.

Saran :  Namun menurut saya pengorbanan yang mereka lakukan bisa dibilang sia-sia karena berbagai perubahan yang terjadi selama ini yang kita jalankan tidak membawa bangsa ke arah yang lebih baik, karena lemahnya komitmen dan semangat pengorbanan untuk memunculkan idealitas ke realitas. Sulit bagi kita untuk menemukan kejiwaan dan pengorbanan seperti yang dilakukan para pemuda-pemudi tersebut. Kebanyakan orang selalu mementingkan kebutuhan individu masing-masing.

No comments:

Post a Comment