Wednesday, November 26, 2014

Organisasi dan Manajemenn Koperasi

A.  Organisasi Koperasi
Struktur Organisasi Koperasi
Struktur orgfanisasi kopersi dapat dilihat dari dua segi yaitu:
·         Segi intern organisasi kopersai
·         Sefgi ekstern organisasi kopersai
Segi Intern Organisasi Koperasi
intern organisais koperasi ialah organisasi yang berhubungan dengan tingkat-tingkat kopersai itu, yaitu hubungan antara kopersai primer, kopersai pusat koperasi gabungan dan koperasi induk. Dalam ekstern organisasi ini juga termasuk hubungan tingkat-tingkat koperasi dengan dewan koperasi indonesia, yaitu dewan yang mempersatukan berbagai jenis koperasi dari berbagai tingakt itu ke dalamn satu organisasi tunggal yang meliputi seluruh Indonesia
Struktur Intern Organisasi Koperasi
·         Unsur alat pelengkap koperasi organisasi
·         Unsur deawan penasehat atau penasehat
·         Unsur pelaksana-pelaksana yaitu manajer dan karyawan-karyawan koperasi lainnya
Segi Ekstern Organisasi Koperasi
Di dalam undang-undang No 12/1967 tentang pokok-pokok perkoperasian dikenal adanya koperasi primer, koperasi pusat, koperasi gabungan dan koperasi induk seperti yang dikemukakan alam struktur intern organisasi koperasi
·         koperasi primer
Koperasi yang aanmggotanya terdiri dari orang perorang
·         Koperasi pusat
Koperasi primer dapat pula mengabungkan diri dalam suatu tingkatan organiasi yang lebih tinggi
·         koperasi gabungan
Koperasi pusat yang telah diakui sebagai badan hukum juga dapat membentuk organisasi lebih atas lagi
·         koperasi induk
Koperasi gabungan yang telah berbaadn hukum dapat pula membentuk koperasi
Rapat Anggota
Rapat anggota harus merupakan suatu kesempatan bagi pengurus untuk melaporkan kepada para anggota tentang kegiatan-kegiatannya selama tahun yang lalu. bersama sam anggota melenaah rencana kerja tahun mendatang untuk meningkatkan usaha kemajuan koperasi
Keputusan tertinggi  dalam koperasi  terletak dalam kopersasi terletak di tangan rapat keputusan rapat anggota.
yang penting di bahas dalam rapat anggota , antara lain:
·         Memilih pengurus, badan pemeriksa dan penasehat
·         memilih dan menilai pekerjaan pengurus dan para pelaksana
Rapat anggota tahunan merupakan rapat tutup tahun anggara koperasi   yang harus diselenggarakan setiap tahun anggota koperasi yang harus diselenggarakan setiap tahun buku sebagai pertanggungjawaban suatu organisasi ekonomi
Rapat Pengurus
Pengurus kopersai sebagai pemegang mandat dari anggota harus melakukan pekerjaannya secara terbuka sesuai dengan keputusan dalam rapat anggota.Kegiatan diajalankan berdasarkan dengan rencana kerja, anggaran dan biaya yang sudah ditetapkan dalam rapat anggota. Manajer harus menekankan kewirakoperasian ialah kwalitas koperasi masing-yang merupakan kekuatan untuk mendorong perkembangan nerdasrkan kerja sama untuk bersama
Persiapanm rapat harus sempurna agar tercapai hasil yang maksimal .Tata tertib rapat perlu ditetapkan agar tidak terjadi  ppengahamburan waktu dengan tidak menghasilkan perumusan sesuatu
Badan Pemeriksa
Dalam Koperasi pengawasan  pemeriksa sebagian dari manajemen. Tujuannya bukan mencari kesalahan, sehingga hubungan pimpinan, karyawan dan anggota menjadi renggang. Pengawasan dan pemeriksaan bertujuan untuk mendidik, membimbing, supaya menjadi lebih teliti dan ahli sehingga koperasi lebih berkembang.
Keberhasilan usaha koperasi akan memberi manfaat kepada pengurus, anggota dan daerah setempat. Peranan pengawasan dan pemeriksaan bertujuan untuk :
1.      Memberikan bimbingan kepada pengurus, karyawan, kearah keahlian dan keterampilan;
2.      Mencegah pemborosan bahan, waktu dan tenaga supaya tercapai efisiensi perusahaan
3.      Menilai hasil kerja sama dengan rencana yang sudah ditetapkan;
4.      Mencegah terjadinya penyelewengan;
5.      Keberesan administrasi secara menyeluruh.
Dalam usaha koperasi yang sederhana pengurus beritndak sebagi manajer. Pengawasan dapat langsung dilaknsankan terhadap lingkungan koperasi .
Bentuk pengawasan dan pemeriksaan adalah
1.       pengawasan yang diangkat pengurus
2.      pengawasan yang diangkat manajer
3.      pengawasan yang diangkat rapat anggota
4.      pengawasa yang  diangkat jawatan koperasi
Badan pemeriksa yang telah diangkat oleh rapat anggota telah duiatur dalam undang-undang dasar koperasi dan anggaran rumah tangga.

B.              Manajemen Koperasi
Dalam hal menajemen meneunjukan kepada proses.  Berpikir secara manajemen adalah berpikir secara mengendalikan mengarahkan dan memanfaatkan segala yang menurut perencanaan di perlukan untuk menyelesaikan atau mencapai suatu prapata atau tujuan yang tertentu
Dengan demikian maka manajemen mempunyai perngertian yang sangat luas sekali
Betapapun koperasi- koperasi fungsional tumbuh dan berkembang dengan tendensi selalu maju, akan tetapi sifatnya tertutup dalam arti hanya berkisar pada dirinya masing-masing dan anggota-anggotanya.
Tetapi potensi-potensi yang semakin berkembang di dalam kopersai-koperasi fungsional ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk mengembangkan langkah-langkah yang lebih maju lagi menuju kepada koperasi  yang lebih terbuka dan berperan dalam kehidupan ekonomi.Apabila anggota-anggota koperasi fungsional pada hakikatnya adalah konsumen maka potensi-potensi tersebut harus digunakan untuk menumbuhkan koperasi kosumsi di indonesia
Untuk mengembangkan koperasi kosumsi sifat tertutup harus di beri jalan untuk menjadi tetbuka , dalam arti pemikiran dan langkah-langkah dalam usahanya. Koperasi kosumsi yang dimaksud koperasi yang tertutup. Bentuk usaha dalam koperasi ini adlah penyelenggaraan toko kosumsi, yang melayani masyarakat secara terbuka
Bagi koperasi-koperasi fungsional sendiri untuk dapat melaksanakan langakah seperti itu perlu memerlukan pengembangan pemikiran  yang lebih maju. Koperasi merupakan salah satu prinsip koperasi, karena harus dimulai dan dikembangkan. Untuk memberikan jalan yang mudah, kerja sama itu dapat dimulai dari usaha-usaha yang kecil, usaha yang bersifat dari ekonomi. maslah intern koperasinya sendiri sudah tidak banyak lagi yang perlu dipersoalkan, karena potensi-potensinya telah mampu dikembangkan oleh banyak koperasi.
Masalah-maslah tadi memang masih memerlukan penelitian lebih mendalam oleh para ahli. Namun demikian pengembangan koperasi kosumsi di indonesia sudah jauh ketingglan dibandingkan dengan negara-negara lain, temasuk negara tetangga. Bukan hal yang tidak mungkin koperasi fungsional mempelajari langkah-langkah besar untuk mengembangkan koperasi indonesia.
Sering pula dikatakan koperasi bahwa bekerja atas dasar spesialisasi sebagai contoh
·         Koperasi Konsumsi
·         Koperasi Kredit atau Simpan pinjam
Kalau sebauah koperasi menjalankan di dalam lebih satu atau beraneka ragam usaha atau kegiatan, maka sistem bekerja koperasi  itu disebut sistem multi purpose.
Di dalam pengembangan koperasi, pengalaman menunjukan bahwa makin maju dan berkembang usaha koperasi, makin sulit melaksanakan sistem multi purpose. Usah satu macam saja misalnya, usaha perkreditan, usaha pembelian bersama, usaha konsumsi atau kebutuhan sehari-hari, masing-masing memerlukan pengetahuan dan keahlian kusus.
Meskiupun koperasi dapat kita golongkan  kedalam macam-macam koperasi  namun diperlukan keluwesan. didalam hal ini kita tidak boleh kaku dan ketat didalam penjenisan kopersi-kopersi tersebut . kita juga dapat mendirikan kooperasi yang lebih khusu jenisnya.
Sebagai organisasi ekonomi kopersi pun  tidak bisa luput dari pengaruh lingkungan konsumen, situasi pesaing dan perubahan harga-harga. karena itu koperasi pun harus menhayati lingkungan dengan mengidentifikasi struktur pasar, tanggapan anggota terhadap koperasi, kebutuhan dan keingginan anggota. Hal ini berarrti bahwa mengendalikan usaha koperasi, efektifitas dan efesien kerja harus menjadi prinsip kerja koperasi.
Manajemen koperasi berlandasan kekeluargaan dan kegotoroyongan yang lebih terkenal dengan landasan pancasila. landasan demikian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi yang bersifat demokrasi  yaitu :
·         Kekuasaan tertinggi
Sebuah kebijakan kebijakan keputusan keputusan yang akan dilaksanakan dalam suatu koperasi di tentukan dalam rapat anggota berdasarkan hikmah kebijakan permusyawaratan
·         Pengurus dan badan pemeriksa
anggota yang dikuasakan oleh anggota untuk mengunakan kekayaan anggota yang telah dikumpulkan guna menjalankan usaha bersama
·         Pembagian sisa usaha
tujuan suatu koperasi adalah untuk menunjang usaha, atau meninggkatkan daya beli anggota khususnya dan masyarakat sekitarnya pada umumnya
·         Usaha Koperasi
Sebagai koperasi sebagaimana dengan bentuk usaha kumpulan modal bisa saja memilih usahanya berdasarkan kemungkinan untung yang sebesar-besarnya
Manajemn Yang Baik Sebagai Kunci Sukses
Manajemen yang baik adalah faktor yang paling penting untuk suksesnya koperasi. Dalam menerapkan manajemen, pnegurus mempunyai tanggung jawab untuk merumuskan kebijaksanaan, menyetujui tanggung jawab untuk merumuskan kebijaksanaan, menyetujui rencana dan program, melimpahkan wewenang kepada manajer terkecuali dalam hak badan pada hukum dan anggaran dasar koperasi  tertera untuk dilimpahkan  kepada anggotanya
partisipasi anggota diukur dari kesesiaan anggota itu untuk meikul kewajiban dan menjalankan hak  keanggotaan secara bertanggung jawab. Jika sebagian besar anggota koperasi sudah menunaikan kewajiban dan melaksanakan hak seccara bertanggung jawab , maka partisipasi anggota koperasi yang bersangkutan sudah dikatakan baik. Akan tetapi jika ternyata hanya sedikit yang demikian maka partisipasi anggota koperasi dimaksud ikatan buruk atau rendah
Manajer Dalam Koperasi
Koperasi pada dasarnya memerlukan tenaga manajer untuk mnejalankan kegiatan usahanya peranan manajer dikaitkan dengan volume usaha, modal kerja dan fasilitas yang diatur oleh pengurus. Beasar kecilnya kecilnya volume usaha merupakan batas dan ukuran perlu tidaknya digunakan tenaga manaker. Bagi koperasi yang sederhana pengurus bertindak sebagai manajer.
Manajer adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus. Manajer pelaksanaan tugas pengurus sehari-hari di bidang usaha koperasi dan bertanggung jawab kepada pengurus.
Di dalam pengembangan dan pembinaan kopperasi, pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Dalam pertumbuhan koperasi ati pentinganya pendidikan itu selalu ditekankan. Salah satu kegiatan yang yang harus dilaksanakan koperasi secara terus-menerus sebagai dasar untuk mengembangkan kelanjutan hidup dari idiil koperasi.
Pendidikan koperasi meliputi orang-orang yang berkepentingan baik langsung maupum tidak lansung calon anggota, para anggota, pengurus, badan pemeriksa, manajer, karyawan-karyawan koperasi dan masyarakat.

Daftar pustaka

Achmad Nashir Budiman, Menguak Peranan Koperasi Mahasiswa, Suara Pembaharuan Jakarta , 7 April 1988

Tuesday, November 25, 2014

Hutan Hujan Tropis

Pengertian Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis atau yang juga dikenal sebagai hutan basah biasanya terdapat di daerah tropika. Daerah ini meliputi semenanjung Amerika Tengah dan Selatan, Madagaskar, Afrika, Malaysia, Indonesia dan Australia Bagian Utara. Terdapat beraneka jenis tumbuhan yang dapat hidup di hutan ini. Hal ini dikarenakan hutan hujan tropis selalu cukup mendapat sinar matahari dan juga curah hujan yang tinggi.
Ciri-ciri Hutan Hujan Tropis
Ciri-ciri hutan hujan tropis adalah curah hujannya sangat tinggi bahkan lebih dari 2.000 mm/tahun. Pohon-pohon utama di hutan ini memiliki ketinggian antara 20-40 m dengan cabang pohon berdaun lebat dan lebar serta selalu hijau sepanjang tahun, mendapat sinar matahari yang cukup walaupun sinar matahari tersebut tidak mampu menembus dasar hutan, dan mempunyai iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah atau di bawah kanopi (daun pada pohon-pohon besar yang membentuk tudung).
Jenis tumbuhan yang dapat ditemukan di hutan hujan tropis di antaranya adalah tumbuhan pencekik pohon, pohon jelutung, rengas, ramin, dan rotan manau.
Dikarenakan rata-rata pohon-pohon yang terdapat di hutan hujan tropis tinggi-tinggi dan kondisi tanahnya relatif tergenang oleh air, maka hewan yang banyak terdapat di hutan ini adalah primata-primata yang pandai memanjat seperti gorilla, monyet, simpanse, orang uttan, gibbon, dan siamang.
Tanpa disadari, hutan hujan tropis adalah surga bagi tumbuhan dan binatang liar, juga menjadi tempat berlindung bagi satwa yang terancam punah. Bahkan, beberapa hewan liar hanya dapat bertahan hidup di hutan hujan tropis yang merupakan habitat aslinya.
Manfaat Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis sesungguhnya mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di dunia. Manfaatnya antara lain adalah pencegahan terhadap erosi, mencegah kekeringan dengan menyediakan sumber air yang lebih dari cukup bagi kehidupan di sekitarnya, pelindung dari badai, penghasil kayu dan penjaga keseimbangan iklim. Selain itu, hutan hujan tropis juga berperan dalam menyerap gas karbondioksia (CO2) yang berada di atmosfer bumi yang kemudian akan diolah dan dikeluarkan sebagai oksigen untuk pernafasan manusia dan hewan.

Sumber :  http://www.satwa.net/193/mengenal-hutan-hujan-tropis.html

Masalah Sosial

Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992).[ Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.
Karakteristik
            1.      Kondisi yang dirasakan banyak orang
Suatu masalah baru dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
2.      Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan.
Menurut paham hedonisme, orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang senantiasa menghindari masalah, karena masalah selalu tidak menyenangkan.Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.
3.      Kondisi yang menuntut perpecahan.
Suatu kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan. Umumnya, suatu kondisi dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu dipecahkan. Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya.[butuh rujukan] Sekarang, setelah masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggulangi kemiskinan, kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap sebagai masalah sosial.
4.      Pemecahan masalah tersebut harus diselesaikan melalui aksi secara kolektif.
Masalah sosial berbeda dengan masalah individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual, tetapi masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi sosial, kebijakan sosial atau perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya bersifat multidimensional dan menyangkut banyak orang.
Upaya pengendalian
·         Sosialisi
Fromm (1994) menyatakan bahwa jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien, maka anggotanya harus memiliki sifat yang membuat mereka ingin berbuat sesuai dengan apa yang harus mereka lakukan sebagai anggota masyarakat. Mereka harus menghentikan kegiatan mereka secara obyektif perlu mereka melakukan. Orang dapat dikendalikan dengan mensosialisasikannya kepada mereka, sehingga mereka menjalankan peran sesuai dengan apa yang diharapkan.
·         Tekanan sosial
Ketika seseorang mengalami tekanan keinginan dari sebuah masalah maka ini adalah sebuah proses yang berkisinambungan dan sebagian besar berlangsung tanpa disadari. seseorang memilih menjadi seorang petani kecil, dan kemudian hanya berpandangan tentang partai Republik yang baik, namun berbeda ketika Dia mengalami tekanan dari partai ini, maka Ia akan memiliki haluan yang berbeda dengan pandangannya sebelumnya. Hal ini akan sama saat keadaan dilakukannya penekanan pada masalah sosial melalui perubahan paradigma terhadap masalah tersebut.
Kemunculan
·         Sebagai akibat dari perubahan sosial
Perubahan demografi (pertumbuhan atau pengurangan atau perubahan dalam susunan penduduk), perubahan ekologi (perubahan dalam relasi antara (penduduk dengan lingkungannya), perubahan kultural (perubahan dalam relasi untuk memproduksi hasil ciptaan manusia, termasuk perubahan teknologi, dan perubahan struktur (perubahan organisasi dan relasi-relasi sosial).Perubahan-perubahan yang alami umumnya tidak banyak mendapatkan sorotan atau tanggapan karena dianggap wajar. Sedangkan perubahan yang terencana sering menimbulkan kritik tajam bila tidak menemukan apa yang diharapkan atau timbulnya masalah sosial akibat tidak sesuainya harapan dan kenyataan.
·         Sebagai akibat dari pembangunan sosial

Pembangunan sosial adalah suatu proses perubahan sosial yang terencana dan dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai suatu keutuhan, dimana pembangunan ini dilakukan untuk saling melengkapi dengan dinamika proses pembangunan ekonomi. Namun, ketika proses perubahan ini tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka tujuan dari pembangunan ini tidak akan terwujud, yang kemudian dapat menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat yang menjadi target pembangunan ini.

Wednesday, November 19, 2014

Wisata Indnesia Raja Ampat

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten dengan luas wilayah lebih dari 4,5 juta hektar, dan berlokasi di sebelah barat kepala burung Papua Barat. 85% wilayah kabupaten ini merupakan lautan, sisanya merupakan pulau-pulau yang berjumlah lebih dari 600 pulau. Dari 600 pulau tersebut, terdapat 4 pulau besar, yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Batanta,dan Pulau Salawati. Selain 4 pulau tersebut, hanya 35 pulau di Kepulauan Raja Ampat yang berpenghuni, sisanya tidak ditinggali manusia. Baru sekitar 400 pulau di Kepualauan Raja Ampat sudah dieksplorasi, sisanya masih belum dijamah manusia sama sekali.
Penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Mereka tinggal di kampung kecil yang terpisah dengan kampung lain karena berbeda pulau. Masyarakat kepulauan ini adalah orang yang ramah dan baik hati. Mereka mau menerima tamu dari luar dengan hati yang gembira. Penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian memeluk agama Kristen, dan sebagian memeluk agama Islam, namun mereka tetap rukun walau berbeda keyakinan. Saran saya, bawalah permen dan pinang untuk diberikan kepada mereka karena mereka menganggap barang tersebut adalah barang tanda perdamaian.
Nama Raja Ampat berasal dari cerita masyarakat setempat. Menurut cerita tersebut, ada seorang perempuan yang menemukan 7 buah telur. Telur-telur tersebut kemudian menetas, 4 diantaranya menetas menjadi pangeran, sementara 3 telur lainnya menetas menjadi seorang wanita, sebuah batu, dan hantu. 4 Pangeran tersebut kemudian menjadi raja di pulaunya masing-masing, yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Batanta,dan Pulau Salawati sehingga akhirnya disebut sebagai Raja Ampat.
Kepulauan Raja Ampat memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Tempat wisata di Papua Barat ini sangat terkenal dengan wisata bawah lautnya yang merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di dunia karena kelengkapan dan keragaman flora dan fauna bawah lautnya. Berdasarkan hasil penelitian, Kepulauan Raja Ampat mempunyai 75% dari seluruh spesies karang di dunia. Tidak ada tempat lain di dunia yang mempunyai jumlah spesies karang sebanyak itu dalam 1 lokasi yang terbilang kecil. Dengan banyaknya spesies karang di Kepulauan Raja Ampat, secara otomatis juga terdapat banyak spesies ikan karang. Selain itu anda juga dapat bertemu dengan ikan pari manta, ikan duyung, kuda laut, ikan barkuda, hiu karang, penyu, tuna, dan lain-lain. Sisa-sisa perang dunia kedua juga dapat anda temui di perairan Kepulauan Raja Ampat, misalnya bangkai pesawat perang di dekat Pulau Wai.
Umumnya, wisatawan yang datang berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat adalah penyelam yang kebanyakan berasal dari luar Indonesia. Selain wisata menyelam, bagi yang tidak bisa menyelam juga dapat menikmati pantai yang indah, wisata budaya, melihat peninggalan prasejarah berupa cap tangan, melihat festival bahari (biasanya pada bulan Agustus), menikmati panorama alam, menikmati suasana pedesaan, wisata kuliner, melihat burung cenderawasih, mendaki bukit karang, dan lain-lain.
Anda akan dihadapi dengan 2 pilihan pada saat ingin menikmati wisata alam Kepulauan Raja Ampat. Pilihan tersebut adalah pilihan untuk tinggal di sebuah resort, atau tinggal di sebuah kapal pinisi yang sudah dimodifikasi. Kalau saran saya sih lebih baik memilih untuk menggunakan kapal pinisi, karena sudah sangat biasa tinggal di resort, sedangkan tinggal selama beberapa hari di atas sebuah kapal khas Indonesia akan menjadi pengalaman yang unik. Untuk dapat menikmati wisata Raja Ampat selama 1 minggu dengan menggunakan kapal pinisi, anda harus membayar lebih dari 100 juta Rupiah, dan kapal tersebut dapat menampung sampai dengan 14 orang.
Apabila anda ingin berwisata ke Kepulauan Raja Ampat, tidak cukup hanya dengan modal nekat saja seperti yang sering dilakukan para backpacker. Berwisata ke tempat wisata yang dijuluki surga bawah laut ini membutuhkan keinginan kuat, jiwa petualang, kegemaran akan menyelam, dan modal yang lumayan besar. Bila anda berharap harga berwisata ke Kepulauan Raja Ampat akan turun dalam waktu dekat, sebaiknya buang jauh-jauh harapan anda karena sudah ada peraturan yang membatasi jumlah resort dan kapal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi alam Kepulauan Raja Ampat yang tiada duanya di dunia. Harga yang mahal tersebut juga berfungsi untuk menyaring pengunjung, sehingga hanya pengunjung yang berkualitas dan berpendidikan saja yang datang, dengan begitu mereka akan sadar betapa pentingnya lokasi ini sebagai salah satu pusat flora dan fauna yang terlengkap di dunia.


Sumber : http://anekatempatwisata.com/wisata-indonesia-raja-ampat-papua-barat/

Analisis SWOT Koperasi Indonesia


Arti Penting Analisis  SWOT
Analisis lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perencanaan strategi perusahaan dalam menentukan peluang maupun ancaman terhadap perusahaan itu sendiri. Dari hasil analisis tersebut perusahaan dapat mendiagnosis lingkungan dan mengambil suatu kebijaksanaan strategis yang berdasarkan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Pentingnya analisis lingkungan ini diuraikan Glueck dan Jauch (1994 : 91) sebagai berikut : Manajer perlu menyimak informasi lingkungan untuk :
1.            Menentukan apa saja faktor dalam lingkungan yang akan merupakan kendala terhadap pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan yang sekarang.
2.            menentukan apa saja faktor dalam lingkungan yang akan memberi peluang pencapaian tujuan yang lebih besar dengan cara menyesuaikan dengan strategi perusahaan. Juga penting bahwa analisis perlu mengenali resiko yang melekat padanya yang berkenan dengan percobaan untuk mengambil keuntungan dari peluang. Seperti yang telah diketahui bahwa ”peluang tanpa kemampuan jalan menuju kehancuran”. Biasanya selalu terdapat ancaman dalam setiap peluang.
Langkah-Langkah Dalam Analisis SWOT
Analisis SWOT yang didapat dari analisis ekstern maupun lingkungan intern dilakukan  melalui beberapa langkah yang dapat dilihat dalam kerangkan konseptual. Adapun kerangka konseptual untuk analisis SWOT menurut Sunarto (1994 : 34)
Pengembangan Koperasi Dengan Analisis SWOT
Kotler (1997 : 399) memberikan penjelasan tentang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan sebagai berikut : analisis internal merupakan proses dengan mana perencanaan strategi mengkaji pemasaran, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kemampuan yang penting, sehingga perusahaan memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dapat menangani ancaman didalam lingkungan.
Sedangkan faktor tertentu dalam lingkungan eksternal dapat menyediakan dasar-dasar bagi menejer untuk mengantisipasi peluang dan merencanakan tanggapan yang tepat sesuai dengan peluang yang ada, dan juga membantu manajer untuk melindungi perusahaan terhadap anacaman atau mengembangkan srategi yang tepat yang dapat merubah ancaman menjadi bermanfaat bagi perusahaan. Stoner (1994) menyatakan dalam satu lingkungan eksternal dapat menimbulkan ancaman, beliau mengelompokkan lingkungan ekstern kedalam 2 (dua) kelompok yaitu : (1) lingkungan luar mempunyai unsur-unsur langsung dan tidak langsung. Contoh unsur-unsur tindakan langsung adalah pelanggan, pemerintah, pesaing, serikat pekerja, pemasok, dan lembaga keuangan. (2) Unsur-unsur tindakan tidak langsung, antara lain : teknologi, ekonomi, dan politik masyarakat.
Kotler (1997 : 398) mengemukakan bahwa mengidentifikasi peluang dan ancaman dapat diuraikan sebagai berikut : disini seorang manejer akan berusaha mengidentifikasi peluang dan acaman apa saja yang sedang dan akan dialami. Kedua hal ini merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi masa depan bisnis, sehingga memang perlu untuk dicatat. Dengan demikian setia pihak yang berkepentingan akan terangsang untuk menyiapakan tindakan, baik peluang maupun ancaman perlu diberikan urutan sedemikian rupa sehingga perhatian khusus dapat diberikan kepada yang lebih penting dan mendesak.
Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (1997) sub-sub bagian dari analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
1.      Kekuatan dengan indikator :
·                     Telah memiliki badan hukum.
·                     Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
·                     Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
·                     Resiko kekurangan pelanggan cukup kecil.
·                     Biaya rendah.
·                     Kepengurusan yang demokratis.
·                     Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2.      Kelemahan dengan indikator :
·                     Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
·                     Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
·                     Kurang pengalaman usaha.
·                     Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
·                     Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
·                     Pengelola yang kurang inovatif.
·                     Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
·                     Kurang dalam penguasaan teknologi.
·                     Sulit menentukan bisnis inti.
·                     Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
3.      Peluang dengan indikator
·                     Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
·                     Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
·                     Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
·                     Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
·                     Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
·                     Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
·                     Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
·                     Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
·                     Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
·                     Dukungan kebijakan dari pemerintah.
·                     Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi.
·                     Daya beli masyarakat tinggi.
4.      Ancaman dengan indikator :
·                     Persaingan usaha yang semakin ketat.
·                     Peranan Iptek yang makin meningkat.
·                     Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
·                     Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
·                     Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
·                     Pasar bebas.
·                     Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
·                     Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah.
·                     Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
·                     Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
·                     Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi.
·                     Tarif harga yang ditetapkan pemerintah.
·                     Menurunnya daya beli masyarakat.
Pengembangan koperasi dengan menggunakan analisis SWOT :
o      Tujuh indikator kekuatan dan dua belas indikator peluang yang telah diuraikan diatas dapat membantu pengurus dan pengelola untuk mengimplementasikannnya dalam rangka pengembangan dan keberhasilan koperasi.
o       Unsur-unsur kelemahan yang ada supaya mendapat perhatian yang serius baik oleh pengurus dan pengelola maupun oleh para anggota, sehingga resiko yang timbul akibat dari kelemahan-kelemahan tersebut dapat diminimalisasikan sehingga keberhasilan dan pengembangan koperasi dapat tercapai.
o       Perlu bagi pengurus dan pengelola untuk dapat mengantisipasi ancaman agar dapat hidup dan berkembang serta dapat mewujudkan keberhasilan yang diharapkan


Sumber  :
 http://educare.e-fkipunla.net/index.php?option=com_content&task=view&id=55&Itemid=4