A.
Organisasi
Koperasi
Struktur Organisasi Koperasi
Struktur
orgfanisasi kopersi dapat dilihat dari dua segi yaitu:
·
Segi intern organisasi
kopersai
·
Sefgi ekstern
organisasi kopersai
Segi Intern Organisasi Koperasi
intern
organisais koperasi ialah organisasi yang berhubungan dengan tingkat-tingkat
kopersai itu, yaitu hubungan antara kopersai primer, kopersai pusat koperasi
gabungan dan koperasi induk. Dalam ekstern organisasi ini juga termasuk
hubungan tingkat-tingkat koperasi dengan dewan koperasi indonesia, yaitu dewan
yang mempersatukan berbagai jenis koperasi dari berbagai tingakt itu ke dalamn
satu organisasi tunggal yang meliputi seluruh Indonesia
Struktur
Intern Organisasi Koperasi
·
Unsur alat pelengkap
koperasi organisasi
·
Unsur deawan penasehat
atau penasehat
·
Unsur
pelaksana-pelaksana yaitu manajer dan karyawan-karyawan koperasi lainnya
Segi Ekstern Organisasi Koperasi
Di
dalam undang-undang No 12/1967 tentang pokok-pokok perkoperasian dikenal adanya
koperasi primer, koperasi pusat, koperasi gabungan dan koperasi induk seperti
yang dikemukakan alam struktur intern organisasi koperasi
·
koperasi primer
Koperasi yang aanmggotanya terdiri dari
orang perorang
·
Koperasi pusat
Koperasi primer dapat pula mengabungkan
diri dalam suatu tingkatan organiasi yang lebih tinggi
·
koperasi gabungan
Koperasi pusat yang telah diakui sebagai
badan hukum juga dapat membentuk organisasi lebih atas lagi
·
koperasi induk
Koperasi gabungan yang telah berbaadn
hukum dapat pula membentuk koperasi
Rapat Anggota
Rapat
anggota harus merupakan suatu kesempatan bagi pengurus untuk melaporkan kepada
para anggota tentang kegiatan-kegiatannya selama tahun yang lalu. bersama sam
anggota melenaah rencana kerja tahun mendatang untuk meningkatkan usaha
kemajuan koperasi
Keputusan
tertinggi dalam koperasi terletak dalam kopersasi terletak di tangan
rapat keputusan rapat anggota.
yang
penting di bahas dalam rapat anggota , antara lain:
·
Memilih pengurus, badan
pemeriksa dan penasehat
·
memilih dan menilai pekerjaan
pengurus dan para pelaksana
Rapat
anggota tahunan merupakan rapat tutup tahun anggara koperasi yang harus diselenggarakan setiap tahun
anggota koperasi yang harus diselenggarakan setiap tahun buku sebagai
pertanggungjawaban suatu organisasi ekonomi
Rapat Pengurus
Pengurus
kopersai sebagai pemegang mandat dari anggota harus melakukan pekerjaannya
secara terbuka sesuai dengan keputusan dalam rapat anggota.Kegiatan diajalankan
berdasarkan dengan rencana kerja, anggaran dan biaya yang sudah ditetapkan
dalam rapat anggota. Manajer
harus menekankan kewirakoperasian ialah kwalitas koperasi masing-yang merupakan
kekuatan untuk mendorong perkembangan nerdasrkan kerja sama untuk bersama
Persiapanm
rapat harus sempurna agar tercapai hasil yang maksimal .Tata tertib rapat perlu
ditetapkan agar tidak terjadi
ppengahamburan waktu dengan tidak menghasilkan perumusan sesuatu
Badan Pemeriksa
Dalam
Koperasi pengawasan pemeriksa sebagian
dari manajemen. Tujuannya bukan mencari kesalahan, sehingga hubungan pimpinan,
karyawan dan anggota menjadi renggang. Pengawasan dan pemeriksaan bertujuan
untuk mendidik, membimbing, supaya menjadi lebih teliti dan ahli sehingga
koperasi lebih berkembang.
Keberhasilan
usaha koperasi akan memberi manfaat kepada pengurus, anggota dan daerah
setempat. Peranan pengawasan dan pemeriksaan bertujuan untuk :
1. Memberikan
bimbingan kepada pengurus, karyawan, kearah keahlian dan keterampilan;
2. Mencegah
pemborosan bahan, waktu dan tenaga supaya tercapai efisiensi perusahaan
3. Menilai
hasil kerja sama dengan rencana yang sudah ditetapkan;
4. Mencegah
terjadinya penyelewengan;
5. Keberesan
administrasi secara menyeluruh.
Dalam
usaha koperasi yang sederhana pengurus beritndak sebagi manajer. Pengawasan
dapat langsung dilaknsankan terhadap lingkungan koperasi .
Bentuk
pengawasan dan pemeriksaan adalah
1. pengawasan yang diangkat pengurus
2. pengawasan
yang diangkat manajer
3. pengawasan
yang diangkat rapat anggota
4. pengawasa
yang diangkat jawatan koperasi
Badan pemeriksa yang
telah diangkat oleh rapat anggota telah duiatur dalam undang-undang dasar
koperasi dan anggaran rumah tangga.
B.
Manajemen
Koperasi
Dalam hal menajemen
meneunjukan kepada proses. Berpikir
secara manajemen adalah berpikir secara mengendalikan mengarahkan dan
memanfaatkan segala yang menurut perencanaan di perlukan untuk menyelesaikan
atau mencapai suatu prapata atau tujuan yang tertentu
Dengan demikian maka
manajemen mempunyai perngertian yang sangat luas sekali
Betapapun koperasi- koperasi fungsional
tumbuh dan berkembang dengan tendensi selalu maju, akan tetapi sifatnya
tertutup dalam arti hanya berkisar pada dirinya masing-masing dan
anggota-anggotanya.
Tetapi potensi-potensi
yang semakin berkembang di dalam kopersai-koperasi fungsional ini harus dilihat
sebagai kesempatan untuk mengembangkan langkah-langkah yang lebih maju lagi
menuju kepada koperasi yang lebih
terbuka dan berperan dalam kehidupan ekonomi.Apabila anggota-anggota koperasi
fungsional pada hakikatnya adalah konsumen maka potensi-potensi tersebut harus
digunakan untuk menumbuhkan koperasi kosumsi di indonesia
Untuk mengembangkan
koperasi kosumsi sifat tertutup harus di beri jalan untuk menjadi tetbuka ,
dalam arti pemikiran dan langkah-langkah dalam usahanya. Koperasi kosumsi yang
dimaksud koperasi yang tertutup. Bentuk
usaha dalam koperasi ini adlah penyelenggaraan toko kosumsi, yang melayani
masyarakat secara terbuka
Bagi koperasi-koperasi fungsional
sendiri untuk dapat melaksanakan langakah seperti itu perlu memerlukan pengembangan
pemikiran yang lebih maju. Koperasi merupakan
salah satu prinsip koperasi, karena harus dimulai dan dikembangkan. Untuk memberikan jalan
yang mudah, kerja sama itu dapat dimulai dari usaha-usaha yang kecil, usaha
yang bersifat dari ekonomi. maslah intern koperasinya sendiri sudah tidak banyak
lagi yang perlu dipersoalkan, karena potensi-potensinya telah mampu
dikembangkan oleh banyak koperasi.
Masalah-maslah tadi memang masih memerlukan
penelitian lebih mendalam oleh para ahli. Namun demikian pengembangan koperasi
kosumsi di indonesia sudah jauh ketingglan dibandingkan dengan negara-negara
lain, temasuk negara tetangga. Bukan hal yang tidak mungkin koperasi fungsional
mempelajari langkah-langkah besar untuk mengembangkan koperasi indonesia.
Sering pula dikatakan
koperasi bahwa bekerja atas dasar spesialisasi sebagai contoh
·
Koperasi Konsumsi
·
Koperasi Kredit atau
Simpan pinjam
Kalau
sebauah koperasi menjalankan di dalam lebih satu atau beraneka ragam usaha atau
kegiatan, maka sistem bekerja koperasi itu disebut sistem multi purpose.
Di
dalam pengembangan koperasi, pengalaman menunjukan bahwa makin maju dan
berkembang usaha koperasi, makin sulit melaksanakan sistem multi purpose. Usah
satu macam saja misalnya, usaha
perkreditan, usaha pembelian bersama, usaha konsumsi atau kebutuhan sehari-hari,
masing-masing memerlukan pengetahuan dan keahlian kusus.
Meskiupun
koperasi dapat kita golongkan kedalam
macam-macam koperasi namun diperlukan
keluwesan. didalam hal ini kita tidak boleh kaku dan ketat didalam penjenisan
kopersi-kopersi tersebut . kita juga dapat mendirikan kooperasi yang lebih
khusu jenisnya.
Sebagai
organisasi ekonomi kopersi pun tidak
bisa luput dari pengaruh lingkungan konsumen, situasi pesaing dan perubahan
harga-harga. karena itu koperasi pun harus menhayati lingkungan dengan mengidentifikasi
struktur pasar, tanggapan anggota terhadap koperasi, kebutuhan dan keingginan
anggota. Hal
ini berarrti bahwa mengendalikan usaha koperasi, efektifitas dan efesien kerja
harus menjadi prinsip kerja koperasi.
Manajemen
koperasi berlandasan kekeluargaan dan kegotoroyongan yang lebih terkenal dengan
landasan pancasila. landasan demikian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi
yang bersifat demokrasi yaitu :
·
Kekuasaan tertinggi
Sebuah kebijakan kebijakan keputusan
keputusan yang akan dilaksanakan dalam suatu koperasi di tentukan dalam rapat
anggota berdasarkan hikmah kebijakan permusyawaratan
·
Pengurus dan badan
pemeriksa
anggota yang dikuasakan oleh anggota
untuk mengunakan kekayaan anggota yang telah dikumpulkan guna menjalankan usaha
bersama
·
Pembagian sisa usaha
tujuan suatu koperasi adalah untuk
menunjang usaha, atau meninggkatkan daya beli anggota khususnya dan masyarakat
sekitarnya pada umumnya
·
Usaha Koperasi
Sebagai koperasi sebagaimana dengan
bentuk usaha kumpulan modal bisa saja memilih usahanya berdasarkan kemungkinan
untung yang sebesar-besarnya
Manajemn Yang Baik Sebagai Kunci Sukses
Manajemen
yang baik adalah faktor yang paling penting untuk suksesnya koperasi. Dalam
menerapkan manajemen, pnegurus mempunyai tanggung jawab untuk merumuskan
kebijaksanaan, menyetujui tanggung jawab untuk merumuskan kebijaksanaan,
menyetujui rencana dan program, melimpahkan wewenang kepada manajer terkecuali
dalam hak badan pada hukum dan anggaran dasar koperasi tertera untuk dilimpahkan kepada anggotanya
partisipasi
anggota diukur dari kesesiaan anggota itu untuk meikul kewajiban dan
menjalankan hak keanggotaan secara
bertanggung jawab. Jika sebagian besar anggota koperasi sudah menunaikan
kewajiban dan melaksanakan hak seccara bertanggung jawab , maka partisipasi
anggota koperasi yang bersangkutan sudah dikatakan baik. Akan tetapi jika
ternyata hanya sedikit yang demikian maka partisipasi anggota koperasi dimaksud
ikatan buruk atau rendah
Manajer
Dalam Koperasi
Koperasi pada dasarnya memerlukan tenaga manajer untuk
mnejalankan kegiatan usahanya peranan manajer dikaitkan dengan volume usaha,
modal kerja dan fasilitas yang diatur oleh pengurus. Beasar kecilnya kecilnya
volume usaha merupakan batas dan ukuran perlu tidaknya digunakan tenaga
manaker. Bagi koperasi yang sederhana pengurus bertindak sebagai manajer.
Manajer adalah karyawan yang diangkat dan
diberhentikan oleh pengurus. Manajer pelaksanaan tugas pengurus sehari-hari di
bidang usaha koperasi dan bertanggung jawab kepada pengurus.
Di dalam pengembangan dan pembinaan kopperasi,
pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Dalam pertumbuhan koperasi ati
pentinganya pendidikan itu selalu ditekankan. Salah satu kegiatan yang yang
harus dilaksanakan koperasi secara terus-menerus sebagai dasar untuk
mengembangkan kelanjutan hidup dari idiil koperasi.
Pendidikan koperasi meliputi orang-orang yang
berkepentingan baik langsung maupum tidak lansung calon anggota, para anggota,
pengurus, badan pemeriksa, manajer, karyawan-karyawan koperasi dan masyarakat.
Daftar pustaka
Achmad Nashir
Budiman, Menguak Peranan
Koperasi Mahasiswa, Suara Pembaharuan Jakarta , 7 April 1988
No comments:
Post a Comment