Arti
Penting Analisis SWOT
Analisis
lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perencanaan strategi
perusahaan dalam menentukan peluang maupun ancaman terhadap perusahaan itu
sendiri. Dari hasil analisis tersebut perusahaan dapat mendiagnosis lingkungan
dan mengambil suatu kebijaksanaan strategis yang berdasarkan keunggulan dan
kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Pentingnya analisis lingkungan ini
diuraikan Glueck dan Jauch (1994 : 91) sebagai berikut : Manajer perlu menyimak
informasi lingkungan untuk :
1.
Menentukan apa saja faktor dalam
lingkungan yang akan merupakan kendala terhadap pelaksanaan strategi dan tujuan
perusahaan yang sekarang.
2.
menentukan apa saja faktor dalam
lingkungan yang akan memberi peluang pencapaian tujuan yang lebih besar dengan
cara menyesuaikan dengan strategi perusahaan. Juga penting bahwa analisis perlu
mengenali resiko yang melekat padanya yang berkenan dengan percobaan untuk
mengambil keuntungan dari peluang. Seperti yang telah diketahui bahwa ”peluang
tanpa kemampuan jalan menuju kehancuran”. Biasanya selalu terdapat ancaman
dalam setiap peluang.
Langkah-Langkah
Dalam Analisis SWOT
Analisis
SWOT yang didapat dari analisis ekstern maupun lingkungan intern dilakukan melalui beberapa langkah yang dapat dilihat
dalam kerangkan konseptual. Adapun kerangka konseptual untuk analisis SWOT
menurut Sunarto (1994 : 34)
Pengembangan
Koperasi Dengan Analisis SWOT
Kotler
(1997 : 399) memberikan penjelasan tentang mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan perusahaan sebagai berikut : analisis internal merupakan proses
dengan mana perencanaan strategi mengkaji pemasaran, penelitian dan
pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta
faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai
kemampuan yang penting, sehingga perusahaan memanfaatkan peluang dengan cara
yang paling efektif dapat menangani ancaman didalam lingkungan.
Sedangkan
faktor tertentu dalam lingkungan eksternal dapat menyediakan dasar-dasar bagi
menejer untuk mengantisipasi peluang dan merencanakan tanggapan yang tepat
sesuai dengan peluang yang ada, dan juga membantu manajer untuk melindungi
perusahaan terhadap anacaman atau mengembangkan srategi yang tepat yang dapat
merubah ancaman menjadi bermanfaat bagi perusahaan. Stoner (1994) menyatakan
dalam satu lingkungan eksternal dapat menimbulkan ancaman, beliau
mengelompokkan lingkungan ekstern kedalam 2 (dua) kelompok yaitu : (1)
lingkungan luar mempunyai unsur-unsur langsung dan tidak langsung. Contoh
unsur-unsur tindakan langsung adalah pelanggan, pemerintah, pesaing, serikat
pekerja, pemasok, dan lembaga keuangan. (2) Unsur-unsur tindakan tidak
langsung, antara lain : teknologi, ekonomi, dan politik masyarakat.
Kotler
(1997 : 398) mengemukakan bahwa mengidentifikasi peluang dan ancaman dapat
diuraikan sebagai berikut : disini seorang manejer akan berusaha
mengidentifikasi peluang dan acaman apa saja yang sedang dan akan dialami.
Kedua hal ini merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi masa depan bisnis,
sehingga memang perlu untuk dicatat. Dengan demikian setia pihak yang
berkepentingan akan terangsang untuk menyiapakan tindakan, baik peluang maupun
ancaman perlu diberikan urutan sedemikian rupa sehingga perhatian khusus dapat diberikan
kepada yang lebih penting dan mendesak.
Pengembangan
koperasi dalam analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (1997) sub-sub bagian dari
analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan
berbagai indikator.
1. Kekuatan dengan indikator :
·
Telah memiliki badan hukum.
·
Stukur organisasi yang sesuai dengan
eksistensi koperasi.
·
Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
·
Resiko kekurangan pelanggan cukup kecil.
·
Biaya rendah.
·
Kepengurusan yang demokratis.
·
Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2. Kelemahan dengan indikator :
·
Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
·
Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen
usaha.
·
Kurang pengalaman usaha.
·
Tingkat kemampuan dan profesionalisme
SDM koperasi belum memadai.
·
Kurangnya pengetahuan bisnis para
pengelola koperasi.
·
Pengelola yang kurang inovatif.
·
Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
·
Kurang dalam penguasaan teknologi.
·
Sulit menentukan bisnis inti.
·
Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan
kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
3. Peluang dengan indikator
·
Adanya aspek pemerataan yang
diprioritaskan oleh pemerintah.
·
Undang-Undang nomor 25 tahun 1992,
memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
·
Kemauan politik yang kuat dari
pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun
koperasi.
·
Kondisi ekonomi cukup mendukung
eksistensi koperasi.
·
Perekonomian dunia yang makin terbuka
mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi
Indonesia.
·
Industrialisasi membuka peluang usaha di
bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
·
Adanya peluang pasar bagi komoditas yang
dihasilkan koperasi.
·
Adanya investor yang ingin bekerjasama
dengan koperasi.
·
Potensi daerah yang mendukung dalam
pelaksanaan kegiatan koperasi.
·
Dukungan kebijakan dari pemerintah.
·
Undang-Undang nomor 12 tahun 1992,
tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi.
·
Daya beli masyarakat tinggi.
4. Ancaman dengan indikator :
·
Persaingan usaha yang semakin ketat.
·
Peranan Iptek yang makin meningkat.
·
Masih kurangnya kepercayaan untuk saling
bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
·
Terbatasnya penyebaran dan penyediaan
teknologi secara nasional bagi koperasi.
·
Kurangnya kesadaran dan pemahaman
masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan
masyarakat terhadap koperasi.
·
Pasar bebas.
·
Kurang memadainya prasarana dan sarana
yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan
pemasaran.
·
Kurang efektifnya koordinasi dan
sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar
daerah.
·
Persepsi yang berbeda dari aparat
pembina koperasi.
·
Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
·
Anggapan masyarakat yang masih negatif
terhadap koperasi.
·
Tarif harga yang ditetapkan pemerintah.
·
Menurunnya daya beli masyarakat.
Pengembangan
koperasi dengan menggunakan analisis SWOT :
o Tujuh indikator kekuatan dan dua belas
indikator peluang yang telah diuraikan diatas dapat membantu pengurus dan
pengelola untuk mengimplementasikannnya dalam rangka pengembangan dan
keberhasilan koperasi.
o Unsur-unsur kelemahan yang ada supaya
mendapat perhatian yang serius baik oleh pengurus dan pengelola maupun oleh
para anggota, sehingga resiko yang timbul akibat dari kelemahan-kelemahan
tersebut dapat diminimalisasikan sehingga keberhasilan dan pengembangan
koperasi dapat tercapai.
o Perlu bagi pengurus dan pengelola untuk
dapat mengantisipasi ancaman agar dapat hidup dan berkembang serta dapat
mewujudkan keberhasilan yang diharapkan
Sumber :
http://educare.e-fkipunla.net/index.php?option=com_content&task=view&id=55&Itemid=4
No comments:
Post a Comment